Bahaya Jus Buah

Mengkonsumsi dua gelas jus buah setiap hari ternyata tidak memberikan manfaat kesehatan. Justru sebaliknya, hal tersebut akan membuat Anda selalu mendambakan makanan manis berkalori tinggi.

Para ahli berujar bahwa jus buah terlalu banyak mengandung gula dan seharusnya tidak dimasukkan daftar salah satu dari lima makanan sehat wajib makan setiap hari.

Bahaya dari jus buah adalah gulanya. Gula seharusnya dikenakan pajak demi menghentikan bencana kesehatan di masa mendatang dan agar jus buah dikeluarkan dari pesan kesehatan ‘lima makanan per hari’. Hal ini berdampak serius terhadap kesehatan publik.

Kita menghadapi bencana kesehatan multilevel dengan meningkatnya kadar obesitas dan peningkatan insiden diabetes tipe 2. Dari penelitian, sangat jelas bagaimana kebiasaan minum jus buah membuat orang semakin kecanduan minuman manis.

Karena itu, para ahli kesehatan mengingatkan para orang tua bahwa seharusnya memberikan anak-anak mereka air putih ketimbang sesuatu yang disebut sebagai ‘jus buah yang sehat’. Menurut hasil penelitian, jus buah alami, minuman bersoda, dan sirup dikatakan mengandung gula sangat tinggi dan terlalu manis. Jus buah mengandung gula yang lebih tinggi dibandingkan yang diduga orang.

Saran dari ahli kesehatan adalah menambahkan seiris lemon pada air putih agar ada rasanya. Air putih atau teh herbal kemungkinan tidak ada rasa manisnya, tetapi akan menjaga Anda tetap sehat.

Koordinat dan Panjang 19 Segmen Sesar Sumatera

Pulau Sumatera memiliki tatanan tektonik yang unik. Di sebelah barat Pulau Sumatera membentang zona subduksi yang sejajar dengan garis pantai Sumatera. Sementara di darat membentang sesar Sumatera yang membelah Pulau Sumatera menjadi dua dari teluk Andaman di ujung utara sampai teluk Semangko di ujung selatan yang sejajar dengan kelurusan zona subduksi.

Sesar Sumatra yang membelah Pulau Sumatera sangat tersegmentasi. Segmen-segmen sesar sepanjang 1900 kilometer tersebut merupakan upaya mengadopsi tekanan miring antara lempeng Eurasia dan India-Australia dengan arah tumbukan 10°N-7°S. Sedikitnya terdapat 19 segmen dengan panjang masing-masing segmen berkisar 60-200 kilometer.

Berikut lokasi awal dan akhir masing-masing segmen Sumatera tersebut :
  1. Segmen Seulimeum
    Panjang : 122.220875 km
    Lokasi : 5.900 LU 95.315 BT – 5.001 LU 95.948 BT

  2. Segmen Aceh
    Panjang : 229.226562 km
    Lokasi : 5.754 LU 95.044 BT – 4.400 LU 96.598 BT

  3. Segmen Tripa
    Panjang : 182.810087 km
    Lokasi : 4.400 LU 96.594 BT – 3.474 LU 97.802 BT – 3.400 LU 97.899 BT

  4. Segmen Renun
    Panjang : 214.68991 km
    Lokasi : 3.499 LU 97.782 BT – 3.474 LU 97.802 BT – 2.000 LU 98.998 BT

  5. Segmen Angkola
    Panjang : 185.818202 km
    Lokasi : 1.800 LU 99.055 BT – 0.663 LU 99.599 BT – 0.408 LU 99.921 BT

  6. Segmen Toru
    Panjang : 108.198725 km
    Lokasi : 2.000 LU 98.966 BT – 1.200 LU 99.520 BT

  7. Segmen Barumun
    Panjang :123.805445 km
    Lokasi : 1.200 LU 99.520 BT – 0.668 LU 100.015 BT – 0.301 LU 100.136 BT

  8. Segmen Sempur
    Panjang : 36.683439 km
    Lokasi : 0.300 LU 100.105 BT – 0.000 LU 100.241 BT

  9. Segmen Sianok
    Panjang : 107.654164 km
    Lokasi : 0.103 LU 100.074 BT – 0.700 LS 100.615 BT

  10. Segmen Sumani
    Panjang : 65.001669 km
    Lokasi : 0.500 LS 100.443 BT – 1.001 LS 100.745 BT

  11. Segmen Suliti
    Panjang : 105.650525 km
    Lokasi : 0.980 LS 100.686 BT – 1.748 LS 101.246 BT

  12. Segmen Siulak
    Panjang : 79.657784 km
    Lokasi : 1.688 LS 101.155 BT – 2.250 LS 101.599 BT

  13. Segmen Dikit
    Panjang : 66.19067 km
    Lokasi : 2.291 LS 101.502 BT – 2.748 LS 101.882 BT

  14. Segmen Ketaun
    Panjang : 90.19138 km
    Lokasi : 2.748 LS 101.916 BT – 3.350 LS 102.460 BT

  15. Segmen Musi
    Panjang : 56.713507 km
    Lokasi : 3.250 LS 102.303 BT – 3.664 LS 102.602 BT

  16. Segmen Manna
    Panjang : 95.558232 km
    Lokasi : 3.755 LS 102.642 BT – 4.350 LS 103.262 BT

  17. Segmen Kumering
    Panjang : 163.470483 km
    Lokasi : 4.284 LS 103.347 BT – 5.294 LS 104.416 BT

  18. Segmen Semangko
    Panjang : 90.197598 km
    Lokasi : 5.250 LS 104.278 BT – 5.900 LS 104.763 BT

  19. Segmen Sunda
    Panjang : 95.738716 km
    Lokasi : 5.900 LS 104.755 BT – 6.749 LS 104.901 BT

Social Bookmark Indonesia - Do follow

Belajar SEO itu sangatlah penting bagi Anda yang ingin meningkatkan traffic suatu website atau blog. Nah, salah satu yang berperan penting untuk meningkatkan traffic website atau blog Anda adalah social bookmark.

Dengan social bookmark, traffic blog Anda akan naik. Apalagi jika social bookmark nya memiliki PR tinggi dan dofollow.

Submit di bookmark ber PR tinggi memiliki keuntungan lebih banyak. Tidak hanya meningkatkan traffic website atau blog Anda namun juga meningkatkan PR, mengecilkan Alexa dan meningkatkan backlink untuk website atau blog Anda.

Sampai saat ini social bookmark merupakan salah satu cara yang aman dan legal untuk mencari backlink yang berguna untuk SEO.

Menemukan social bookmark Indonesia tidak semudah mencari social bookmark bahasa inggris. Terlebih yang PR nya tinggi dan dofollow. Nah, pada kesempatan kali ini, saya akan berbagi daftar social bookmark dofollow Indonesia lengkap dengan PR nya yang layak anda coba.

Berikut beberapa daftar social bookmark Indonesia yang layak Anda coba.

Daftar Social Bookmark Indonesia DoFollow :

    PR 5:
    http://Indonesia-blogger.com
    http://Indonesiamatters.com

    PR 4:
    http://lintasberita.com
    http://bookmarking.villebiz.info
    http://Indofeed.com

    PR 3:
    http://infogue.com
    http://situsportal.com
    http://debuk.com
    http://satuportal.net
    http://indofeed.com

    PR 2:
    http://liputankhusus.com
    http://beritague.com
    http://BagiURL.com
    http://negeriku.info

Bila ada yang ingin menambah daftar social bookmark do follow indonesia yang sudah memiliki PR minimal 2, silakan tambahkan di kolom komentar di bawah ini.

Nanti akan saya update dan masukkan ke daftar social bookmark diatas.

Saat Ini Di Facebook Sudah Bisa Edit Komentar

Bagi anda pengguna facebook, mungkin selama ini mengalami kesulitan jika mau mengedit atau mengoreksi tulisan komentar anda. Jalan satu-satunya mungkin harus menghapus komentar tersebut dan menulis komentar lagi. Agak membuat ribet, utamanya bagi Anda yang mengalami kesalahan menulis.

Namun jangan khawatir, Mulai Kamis, 21 Juni 2012, Facebook sudah melakukan perubahan dengan menawarkan kita untuk bisa mengedit komentar. Tentu saja Anda bisa mengganti kesalahan waktu pengetikan komentar tanpa perlu menghapusnya terlebih dahulu.

Facebook sekarang bisa menunjukkan sejarah edit komentar. Dengan demikian komentator atau orang yang membubuhkan like akan memahami konteks percakapan. Apabila ada orang yang mengedit komentarnya, pada masa mendatang Anda bisa melihat sejarah percakapan. Dengan cara ini, Anda tetap bisa mengerti maksudnya.

Kemampuan mengedit tulisan ini sudah bisa Anda Akses langsung sekarang. Setelah diuji, pengguna Facebook di Indonesia sudah bisa menikmati fasilitas memperbaiki komentar ini. Silahkan Anda coba.

Pertimbangan Desain Evakuasi Vertikal Tsunami (4)

Melanjutkan pembahasan
Pertimbangan Desain Evakuasi Vertikal Tsunami (1)
Pertimbangan Desain Evakuasi Vertikal Tsunami (2)
Pertimbangan Desain Evakuasi Vertikal Tsunami (3)

Pertimbangan selanjutnya yang perlu diperhatikan dalam desain evakuasi vertikal untuk tsunami adalah:


5. Pertimbangan Ketinggian Struktur VE
Ketinggian minimum yang disarankan adalah tinggi elevasi maksimal tsunami terprediksi, ditambah 30%, ditambah freeboard (tinggi bebas) 10 kaki (3 meter).

H min = 1,3 H tsunami (prediksi) + 3 m

Yang Juga Perlu Mendapat Perhatian :
  • Daerah yang tinggi secara alamiah dapat dimanfaatkan atau diubah untuk menjadi tempat evakuasi vertikal tsunami.

  • Daerah terbuka yang luas menawarkan akses mudah bagi banyak orang disamping menghilangkan kekhawatiran runtuhnya bangunan setelah gempa bumi.

  • Sebagian besar masyarakat pesisir telah terdidik untuk pergi ke tempat yang tinggi saat ada peringatan tsunami.

  • Topografi tanah tinggi yang ada harus dievaluasi untuk potensi terjangan gelombang tsunami maupun erosi.

  • Beberapa modifikasi dari topografi yang ada mungkin diperlukan untuk mengatasi masalah ini.

Gambar Domo Nebulus Project
Referensi : FEMAp646

Pertimbangan Desain Evakuasi Vertikal Tsunami (3)

Melanjutkan pembahasan
Pertimbangan Desain Evakuasi Vertikal Tsunami (1)
Pertimbangan Desain Evakuasi Vertikal Tsunami (2)
Pertimbangan selanjutnya yang perlu diperhatikan dalam desain evakuasi vertikal untuk tsunami adalah :

4. Pertimbangan Ukuran
Ukuran Struktur Evakuasi tergantung dari jumlah penghuni, jenis hunian dan durasi hunian. Jumlah penghuni VE tergantung dari populasi yang melingkupi, jarak dan jumlah VE dalam areal tersebut. Sedangkan durasi hunian tergantung dari karakter hazard dan tujuan utama fungsi VE.

4.1. Pertimbangan Layanan dan Durasi Hunian
  • Struktur evakuasi vertikal dimaksudkan untuk tempat berlindung sementara pada saat tsunami. Tsunami umumnya berdurasi pendek yaitu dari pra peringatan tsunami sampai terjadi tsunami berlangsung sekitar 8-12 jam.

  • Evakuasi vertikal harus menyediakan layanan bagi penghuninya selama tinggal di areal tersebut, minimal tempat yang cukup untuk penghuni dan kebutuhan sanitasi terpenuhi.

  • Selain itu juga harus menyediakan akomodasi bagi penghuni yang rumahnya hancur/rusak, sehingga perlu ruang untuk penyimpanan cadangan dan pelayanan.

  • Selain itu, perlu dipertimbangkan juga ruang untuk aktifitas darurat termasuk kegiatan medis dan recovery. Penjelasan lengkap terdapat pada FEMA 361, Design and Construction Guidance for Community Shelters (FEMA, 2000a).

4.2. Pertimbangan Luasan Bangunan Shelter
  • Luas bangunan shelter tergantung pada jenis bahaya dan durasi yang dibutuhkan untuk antisipasinya. Semakin lama tinggal di tempat penampungan, semakin besar ukuran luas minimum yang disarankan.

  • Bagi orang sehat dan tidak terluka, durasinya pendek dan ukuran luasan minimal. Sedangkan bagi orang sakit atau terluka, durasinya jangka panjang dan membutuhkan ukuran luasan yang lebih besar, karena untuk mengakomodasi tempat tidur dan perlengkapan lainnya.

  • Standar Rekomendasi Luasan Desain dan Konstruksi Pada Shelter Badai (ICC- 500, 2007).

Standar Rekomendasi Luasan Desain dan Konstruksi Pada Shelter Badai (ICC-500, 2007) 

Standar Rekomendasi Luasan Desain dan Konstruksi Pada Komunitas Shelter (FEMA 361, 2000a)

Standar Rekomendasi Luasan Menurut Palang Merah Amerika (ARC No. 4496, 2002) 


Menentukan luas lantai yang dapat digunakan, (ICC-500):
  • 50 % dari luas lantai shelter. (termasuk perabotan atau tempat duduk).

  • 5 % dari luas lantai shelter. (perabotan atau tempat duduk dapat disertakan ataupun tidak).

  • 85 % dari luas lantai shelter. (tanpa perabotan dan tanpa tempat duduk).

4.3. Pertimbangan Luasan Minimum untuk Perlindungan Jangka Pendek
  • Durasi hunian diperkirakan berlangsung antara minimum : 8 – 12 jam.

  • Disarankan s/d 24 jam (gelombang ke-2 terlewati).

  • Ukuran luas minimum yang disarankan adalah 10 kaki2 / orang (1 m2 / orang).
Bersambung ke Pertimbangan Desain Evakuasi Vertikal Tsunami (4)


Referensi : FEMAp646

Pertimbangan Desain Evakuasi Vertikal Tsunami (2)

Melanjutkan pembahasan Pertimbangan Desain Evakuasi Vertikal Tsunami (1) sebelumnya, Pertimbangan yang perlu diperhatikan dalam desain evakuasi vertikal untuk tsunami adalah :

3. Pertimbangan Lokasi Bahaya
Bangunan evakuasi vertikal tsunami harus terletak jauh dari potensi bahaya yang dapat mengakibatkan kerusakan tambahan dan berkurangnya keamanan bagi pengungsi.
Karena keterbatasan struktur evakuasi vertikal dan keterbatasan waktu serta mobilitas penduduk beberapa struktur evakuasi vertikal mungkin perlu ditempatkan di lokasi yang kurang ideal.


Berikut beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan :
  • Bangunan VE direkomendasikan diletakkan menjauhi areal pemecah gelombang tsunami, sehingga tidak perlu mempertimbangkan pemecah gelombang tersebut dalam perancangan bangunan VE

  • Struktur evakuasi vertikal yang dibangun berdekatan dengan pelabuhan dan terminal barang perlu mempertimbangkan adanya debris yang ikut terbawa tsunami. Debris semakin lama akan semakin bertambah banyak, dan akan meningkatkan risiko akibat tsunami karena debris menjadi semacam proyektil yang akan merusak struktur yang dilaluinya.

  • Jika memungkinkan struktue evakuasi vertikal dijauhkan dari pelabuhan dan terminal barang. Apabila tidak memungkinkan, maka struktur evakuasi vertikal harus dirancang kuat menahan terjangan kontainer dan kapal.

  • Struktur evakuasi vertikal yang dibangun berdekatan dengan areal parkir perlu memperhitungkan adanya debris berupa mobil, bis, truk dan kendaraan lainnya.

  • Struktur evakuasi vertikal yang dibangun dekat gas st at ion, maka perlu diperhatikan adanya debris berupa gas kimia dan benda lain yang mudah terbakar yang dikhawatirkan akan membakar bangunan VE. Untuk itu perlu dirancang struktur yang tidak mudah terbakar.

  • Struktur evakuasi vertikal yang dibangun dekat dengan areal parkir pengunjung pantai, maka debris yang melewati bangunan VE relatif sedikit. Biasanya areal seperti ini dikunjungi oleh orang banyak sehingga perlu dipertimbangkan metode informasi kepada pengunjung pantai tentang apa yang harus dilakukan dan kemana mereka harus lari apabila terdengar peringatan tsunami.

  • Struktur evakuasi vertikal yang dibangun dekat dengan fasilitas tanggap darurat, memungkinkan adanya pengawasan langsung dari personel/pelaksana tanggap darurat.

  • Struktur evakuasi yang dibangun dekat dengan perbukitan memungkinkan untuk dibangun jalan pintas menuju bukit.
Bersambung ke Pertimbangan Desain Evakuasi Vertikal Tsunami (3)


Referensi : FEMAp646

Pertimbangan Desain Evakuasi Vertikal Tsunami (1)

Melanjutkan pembahasan Dasar Pertimbangan Perlunya Evakuasi Vertikal Tsunami di Indonesia sebelumnya

Dalam menentukan desain evakuasi vertikal (VE) untuk tsunami perlu diperhatikan lokasi bangunan vertikal yang akan digunakan sebagai tempat perlindungan ketika terjadi tsunami.

Lokasi bangunan vertikal harus mudah dijangkau oleh semua orang yang dirancang masuk kesana. Waktu yang diperlukan untuk memasuki tempat evakuasi vertikal harus kurang dari waktu yang tersedia, yaitu waktu antara tsunami warning dengan datangnya tsunami.

Dalam merancang bangunan evakuasi vertikal (VE) untuk tsunami perlu mempertimbangkan travel time (waktu antara peringatan tsunami hingga tsunami datang) dan ketinggian genangan (inundation)tsunami. Disamping itu jalur untuk menuju bangunan evakuasi vertikal harus dapat diakses dengan mudah serta memiliki penanda yang jelas.

Pada bagian pertama (1) kali ini akan membahas pertimbangan peringatan tsunami, travel time, jarak spasi bangunan VE, pertimbangan jalan masuk dan sirkulasi vertikal VE.

1. Pertimbangan Peringatan, Travel Time dan Spacing VE
  • Perlunya pertimbangan terhadap waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tempat evakuasi

  • Untuk menentukan jarak maksimum struktur evakuasi vertikal tsunami parameter kritis nya adalah waktu peringatan dan kecepatan evakuasi dari masyarakat sekitar. Parameter penting lainnya adalah jarak maksimum, ukuran bangunan dan populasi.

    Kemampuan berjalan orang sehat rata- rata adalah 4 mph, tetapi realitanya sangat tergantung dari usia, kesehatan dan kondisi fisiknya (cacat atau tidak). Dalam kondisi lemah, rata- rata kemampuan berjalan diasumsikan 2 mph.

    Dengan asumsi rata-rata kemampuan berjalan 2 mph, maka bila waktu peringatan tsunami 30 menit atau 0,5 jam, jarak maksimum bangunan evakuasi vertikal adalah = 0.5mph X 2jam = 1 mil. Dengan demikian jarak maksimun antar bangunan VE kira- kira = 2 X 1 mil = 2 mil. Semakin kecil warning time, maka akan semakin kecil pula jarak antar bangunan. Dengan hitungan seperti diatas dapat dibuat tabel Maximum Spacing of Vertical Evacuation Structures Based on Travel Time :


  • Setelah jarak maksimum ditentukan, ukuran harus diperhatikan. Jumlah populasi menjadi parameter penting Pertimbangan Ukuran memerlukan penyesuaian dalam jumlah dan jarak struktur evakuasi vertikal

2. Pertimbangan Jalan Masuk dan Sirkulasi Vertikal Bangunan VE
  • Bangunan VE harus dapat dijangkau penduduk, dan cukup waktu untuk menuju bangunan VE dan memasukinya hingga berada di area yang aman, dengan ketinggian diatas inundat ion lev el tsunami

  • Evakuasi vertikal harus memiliki jalan masuk yang baik sehingga orang akan memiliki waktu yang cukup tidak hanya untuk mencapai struktur, tetapi untuk masuk dan bergerak di dalam struktur.

  • Perlu diperhitungkan juga kemungkinan meningkatnya waktu tempuh yang diakibatkan adanya hambatan yang terjadi sepanjang jalan menuju struktur evakuasi vertikal. Perlu dihilangkan hambatan-hambatan yang ada di sepanjang rute perjalanan atau jalan masuk struktur. misalnya saja akibat struktur yang kurang baik atau elemen arsitektur yang runtuh dan menghalangi jalan masuk atau adanya pertemuan kepentingan dengan fungsi lain dari bangunan selain sebagai area perlindungan.

  • Perlu diperhatikan juga metode sirkulasi vertikal. Tangga atau elevator tidak cocok untuk yang memiliki mobilitas rendah. Ramps (jalur landai) lebih efektif untuk populasi banyak manusia yang ingin naik menuju areal perlindungan. perkiraan waktu tempuh akan sangat ditentukan pula oleh metode sirkulasi vertikal tersebut.

  • Penduduk yang cacat perlu diperhatikan juga sehingga membutuhkan ruang gerak bersama kursi roda dan orang lain yang mendorong.

  • Saat menentukan lokasi VE, perlu dipertimbangkan pula kebiasaan dan perilaku penduduk. Biasanya penduduk yang tinggal di daerah pantai sudah dididik untuk pergi menuju daerah tinggi jika mendengar peringatan tsunami, dan segera meninggalkan pantai. Oleh karena itu, bangunan VE sebaiknya diletakkan di sisi yang menjauhi pantai dan memanfaatkan kondisi topografi yang ada, sehingga memiliki daya tarik terhadap penduduk yang direncanakan menggunakan VE sebagai tempat berlindung.
Bersambung ke Pertimbangan Desain Evakuasi Vertikal Tsunami (2)


Referensi : FEMAp646